Ferrari Monza SP1 2019

Ferrari Monza SP1 2019

Ferrari Monza SP1 dan SP2 menjadi dua model Limited Special Edition yang akan memulai debutnya di Paris Motor Show, pada bulan Oktober 2018 mendatang. Wah, bagaimana kira-kira tampilannya? Apakah performanya bisa dibilang sepadan dengan rivalnya? Mari kita cari tahu bersama dalam preview Ferrari Monza SP1 2019.

Sehari sebelum merilis informasi tentang dua produk unggulannya, pabrikan asal Italia juga meluncurkan studio Centro Stilo dengan menggabungkan komponen emas, kaca dan Aluminium. Memang sepertinya hal tersebut sengaja dirancang untuk memberi kesan istimewa akan kehadiran Ferrari Monza SP1 dan SP2.

Keduanya merupakan mobil Sport berbodi seksi khas kupe. Hanya saja, Monza SP1 menggunakan satu kursi saja sedangkan Monza SP2 menerapkan dua kursi layaknya mobil Sport pada umumnya. Lebih daripada itu, model satu ini memang berangkat dari mobil konsep bernama Icona yang dikhususkan untuk kendaraan legendaris Limited Edition.

Perlu diketahui juga bahwa nama legendaris Barchetta di sini merujuk kepada model mobil Race tanpa kaca serta atap. Sama halnya dengan kedua model teranyarnya ini, Ferrari Monza menerapkan desain serupa. Namun jangan salah, demi mempertahankan orisinalitas desain legendarisnya yang hadir tanpa kaca, Ferrari mengimbanginya dengan teknologi inovatif bernama Virtual Wind Shield.

Fascia depan Monza menyuguhkan Bonnet melandai yang semakin menajamkan fungsi aerodinamisnya. Bagian Fender juga dibuat lebih menggembung, memberi kesan seksi ala kupe. Adapun dari segi pencahayaan, lampu utamanya menggunakan konfigurasi LED yang didesain dua tingkat.

Merambah ke bodi sampingnya, siluet bodinya sangat mirip dengan model legendaris pendahulunya, Ferrari Barchetta. Memang dari sisi ini, nuansa ikonik 1950-an sangat terasa kental dan diberi sentuhan modern abad 20 dengan hadirnya pelek berdesain Forged Wheels 21 inci.

Lampu tipis dengan satu sapuan garis tegas, menjadikan bodi belakangnya nampak modern dan cukup futuristik. Ferrari sendiri menyebut model lampu seperti ini dengan sebutan Full Width Light Bar. Nuansa elegan juga tak lupa disampaikan dari hadirnya Double Twin Exhaust Pipe Finisher berbalut material krom.

Jika boleh dibilang, Sports Car satu ini tidak menyediakan panel dashboard. Seketika memasuki kabinnya lewat pintu Dihedral, Anda akan disuguhkan kemudi setir dan beberapa tombol multifungsi yang ditempatkan di sisi samping kanan pengendara.

Desain setir masih menggunakan tampilan yang serupa dengan model-model Ferrari pada umumnya. Menerapkan desain tiga palang, logo Ferrari pada bagian tengah dan tuas multifungsi di dua sisi sampingnya. Fitur-fitur yang dihadirkan pada kemudi setirnya lebih dialokasikan untuk mendongkrak performanya dalam melakukan akselerasi dan manuver.

Untuk masalah kursi, SP1 menyediakan kapasitas satu pengendara saja. Sedangkan pada model Monza SP2, kursinya mampu menampung hingga dua orang sekaligus. Lebih daripada itu, kursinya juga tampil nyaman serta elegan dengan balutan material kulit berkualitas dipadu warna Brown.

Dan juga menawarkan bobot bodi di angka 1.500 Kg, menjadikan performanya di jalanan kota tampil sangat maksimal. Hal tersebut nampak padu ketika diaplikasikan dengan mesin 6.496 cc V12. Bayangkan saja, daya yang dihasilkan mesinnya mampu meraih titik maksimal 603 kW setara 8.500 Rpm dengan torsi puncak sebesar 719 Nm pada putaran 7.000 Rpm.

Jika dibandingkan dengan Lamborghini Huracan Performante yang belum lama ini pernah kami bahas, akselerasinya tampak setara di angka 2,9 detik untuk meraih kecepatan 100 Km/Jam. Jangan pula bermain-main dengan kecepatan maksimum yang ditawarkan oleh sang ‘Monster Monza’ ini.

Ferrari Monza terbilang salah satu mobil paling unik yang pernah kami ulas. Sensasi ikonik dari pendahulunya yang dirancang tanpa kaca dan atap, kini dihidupkan kembali di zaman modern dengan sentuhan yang lebih modis. Namun jujur, kami sendiri cukup mempertanyakan akan minat pasar dari mobil satu ini.

Apakah desain dari model legendaris di tahun 1950-an bisa diaplikasikan di tahun modern seperti saat ini? Jika dihubungkan dengan jumlahnya yang Limited Special Edition, terbesit dalam pikiran kami bahwa model satu ini difokuskan kepada kategori konsumen kelas A yakni kolektor.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *