Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia

Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia

Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia – Merupakan model penerus keluarga gran turismo V12 Ferrari menggantikan model F12Berlinetta. Juga merupakan pengembangan dari F12tdf dengan penambahan beberapa inovasi.

Terutama pada bagian mesin yang membuat mobil supercar ini terlihat begitu luar biasa dan mewah. Sepintas, ia memang agak mirip F12Berlinetta yang digantikannya, meski kenyataannya ini adalah model benar-benar baru.

Saat ini Ferrari Jakarta telah menerima pemesanan Ferrari 812 Superfast, meski belum ada yang datang di Tanah Air.

Eksterior Ferrari 812 Superfast 2017 didesain untuk meningkatkan sisi aerodinamis dan koefisien drag. Ketika melaju cepat tanpa menghilangkan kesan mewah pada mobil ini. Jujur, agak sulit membedakannya secara fisik dengan F12 berlinetta ketika dilihat dari depan.

Bagian depan Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia memiliki lampu depan dan fog lamp yang menyatu serta didesain menyipit ke bawah. Grille yang didesain berbentuk honeycomb ini terletak di bagian bumper depan. Dan memiliki emblem kuda yang merupakan logo Ferrari sehingga memberikan kesan aerodinamis dan tegas pada mobil ini.

Baca Artikel Lengkap Lainya : Mobil Sport Terbaik Tahun ini

Cara paling mudah membedakan Ferrari 812 Superfast dengan F12Berlinetta adalah dengan melihat model lampu depannya. Milik 812 memiliki bagian bawah “membelok” dan membentuk aksen “L”.

Bagian samping Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia terlihat dinamis namun begitu garang berkat lekukan aerodinamika yang terlihat pada bagian samping mobil dan adanya lubang udara yang berada dalam lekukan pintu mobil.

Bagian belakang Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia dengan lampu bulat yang dikombinasikan dengan garis horizontal. Sayap belakang mobil dilengkapi dengan Aerodynamic Bypass.

Yang akan memberikan kesan dinamis dan bagian bumper belakang diberikan bumper kit yang dilengkapi dengan knalpot. Sehingga memberikan kesan yang begitu sporty. Dari belakang, ia bisa dibedakan dengan F12Berlinetta melalui sepasang lampu bundar, tidak model singular.

Desain interior Ferrari 812 Superfast 2017 didesain begitu rapi. Serta terlihat mewah dan menawan berkat penggunaan bahan yang begitu berkualitas. Ditambah dengan fitur-fitur penunjang yang disematkan pada ruang kabin mobil supercar ini.

Bagian dashboard hingga bagian setir Ferrari 812 Superfast 2017 memiliki kesan yang begitu sporty dan elegan karena didesain begitu rapi dan menawan serta menggunakan balutan kulit yang begitu mewah.

Baca Artikel Lengkap Lainya : Toyota 86 2016

Di bagian dashboard pengemudi terdapat MID yang begitu sporty berpadu dengan setir kemudi yang dibalut dengan kulit dan sangat fungsional karena memiliki tombol-tombol penunjang seperti Engine Start/Stop, Cruise Control, dan lain-lain. Tidak lupa di bagian tengah dashboard terdapat AC Climate Control yang akan mengatur suhu dalam kabin secara otomatis.

Kursi Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia menggunakan balutan kulit di semua kursinya dan menggunakan material berkualitas tinggi sehingga mampu memberikan kenyamanan yang luar biasa.

Namun mobil supercar ini dirancang hanya untuk menampung maksimal 2 orang termasuk dengan pengemudinya. Kursi penumpang dan pengemudi memiliki fitur elektrik yang akan memudahkan pengaturan kursi hanya dengan satu sentuhan.

Inilah salah satu alasan mengapa Ferrari mengubah konsep dari mobil mesin tengah ke depan saat pergantian model dari F512M menjadi 550 Maranello.

Yaitu atas alasan kepraktisan. Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia memiliki bagasi berukuran cukup luas untuk menampung 2 koper berukuran besar.

Tidak lupa ada fitur yang akan menjaga kendali mobil tetap terkontrol seperti Vehicle Stability Control System yang dilengkapi dengan Side Slip Control. Untuk menjaga keselamatan penumpang dan pengemudi.

Maka diberikan fitur airbag dan seat belt with pretensioner. Bagian bodi mobil memiliki fitur Front and Side Impact Beam yang akan menjaga ruang kabin tidak mudah penyok ke dalam ketika terjadi benturan.

Melihat dari spesifikasi mobil supercar ini, sudah pasti mobil ini dibuat hanya untuk satu tujuan: melaju secepat-cepatnya dan menyajikan sensasi berkendara tiada bandingan.

Jangan tanya soal harga, karena Anda membeli sebuah Ferrari, bukan sekadar sosok beroda empat. Sangat cocok cocok bagi para pengguna yang lebih mengutamakan kecepatan berkendara daripada mobil ini digunakan hanya untuk menonjolkan kesan mewah.

Seperti itu lah informasi yang telah kami berikan seputar Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian. Terima Kasih 🙂

BMW i8 Roadster 2018

BMW i8 Roadster 2018

BMW i8 Roadster 2018 – Adalah produk futuristik BMW yang berangkat dari sebuah mobil konsep dinamai BMW Vision Efficient Dynamics di tahun 2009.

Konsep jelasnya mulai diperkenalkan dengan mengusung nama BMW i8 setelah dua tahun berselang. Berdiri dalam kategori Coupé, mobil satu mendapat rancangan desain yang futuristik dari hasil tangan Benoit Jacob sebagai desainer utamanya.

Setelah tiga tahun perilisan BMW i8 Coupé, tercetuslah BMW i8 Concept Spyder yang kini menjadi konsep bodi BMW i8 Roadster. Varian terbarunya ini sudah dipasarkan pertama kali di ajang Los Angeles Motor Show pada bulan November 2017 lalu.

Memang, kali ini Cintamobil.com hendak membahas lebih mendalam tentang varian terbaru ini.Belum lama ini, seiring dengan GIIAS 2018, pihak BMW Indonesia memperkenalkan varian BMW i8 Roadster untuk melengkapi jajaran keluarga BMW I di Tanah Air.

Kira-kira apa saja pembeda daripada varian BMW i8 Coupé? Mari kita simak review BMW i8 Roadster 2018. Waktu berpapasan langsung dengannya di atas panggung, kami cukup terpukau dengan segala sensasi futuristik pada bodinya.

Memang kami akui, desain eksterior BMW i8 Roadster 2018 dikemas berbeda dengan varian sebelumnya. Mengadopsi nuansa sporty dari Soft-Top Roof dan berpintu dua khas Roadster, menjadi pembeda paling khas dari BMW i8.

Dari sisi depan, lampu Adaptive LED Headlights cukup mendapatkan perhatian kami. Dikemas cukup sporty tanpa menghilangkan fungsi pencahayaannya yang tampil optimal di malam hari.

Baca Artikel Lainnya : Lamborghini Huracán Performante 2018

Sedangkan dari sisi Front Grille, tampilannya dibuat lebih tegas tanpa palang, hanya dibalut pelipis ornamen krom mengilap di setiap sisi sampingnya. Bahkan, kami sepakat, siapa saja yang melihat rancangan bodinya akan mendapatkan kesan futuristik dan sporty.

Merambah ke bodi samping, dua pintu Dihedral semakin memperkuat pesona sporty dan eksklusif. Layaknya mobil-mobil kelas atas, pintu Dihedral-nya mampu dibuka cukup lebar ke arah atas, memberi kesan Premium bagi pengendara.

Di sisi lain, kami juga mengapresiasi perpaduan antara pintu Dihedral dengan pelek rodanya yang menggunakan 20” BMW i Turbine-Spoke, memperkaya kesan futuristik pada mobil mewah satu ini.

Dibanding sisi lainnya, kami juga menemukan lekukan-lekukan maskulin tertata rapi, menengahi kedua buah lampu belakangnya. Rancangan desain yang disuguhkan cukup membuat kami mengacungi dua jempol, mengingat pesan futuristik dan performa bertenaga dapat tersirat secara tidak langsung jika mengamati seluruh detail inci bodi belakangnya.

Dashboardnya dirancang cerdas yang dimana fitur-fiturnya disematkan untuk mudah diakses oleh pengendara. Memang tak salah menurut kami, mobil Roadster besutan BMW ini lebih diprioritaskan untuk kegiatan Travel jarak jauh.

Di sisi desain, dashboardnya didominasi oleh warna hitam serta sentuhan krom di berbagai sisinya. Sehingga, mampu memberi kesan mewah namun kaya akan fitur.

Untuk desain setir, pihak BMW menamainya Sport Multi-Function Steering Wheel. Dikemas apik dengan perpaduan kelir Black dan Satin Silver Accent, menjadikan Anda tampil lebih percaya diri ketika mengendarainya.

Baca Artikel Lainnya : BMW M850i xDrive Coupé 2019

Di sisi lain, kemudi setirnya juga sudah dilengkapi dengan fitur Gearshift Paddles serta tombol multifungsi yang siap memberi kemudahan akses bagi Anda dalam mengakses segala fitur-fitur inovatifnya.

BMW i8 menyuguhkan sensasi lebih menjanjikan untuk diajak berjalan-jalan bersama pasangan Anda. Dipadu dengan balutan material BMW i Spheric Full Leather, kursinya sangat nyaman untuk diduduki meskipun menempuh perjalanan jauh.

Sehingga, tak salah apabila varian satu ini lebih diprioritaskan untuk kegiatan Travel bersama wanita kebanggaan Anda. Adapun dari aspek pencahayaan. Fitur Adaptive LED Headlights-nya sudah didukung dengan Rain Sensor yang mampu menyala secara otomatis.

Ketika sistem mendeteksi cuaca sedang hujan. Sedangkan untuk menjaga kestabilan, BMW i8 sudah dilengkapi dengan teknologi Variable Damper Control (VDC) sehingga mampu memberikan sensasi berkendara lebih lembut sesuai kebutuhan Anda.

BMW i8 Roadster di ajang GIIAS 2018, terbilang sangat strategis dan tepat. Sosoknya yang ikonik dipadu mesin efisien, mendapat banyak sorotan mata dari pengunjung Booth BMW.

Meski minat masyarakat Indonesia terhadap lini Roadster terbilang cukup minim, namun kami percaya BMW i8 Roadster mampu menjadi jawaban terbaik untuk saat ini dibanding beberapa pesaing lainnya. Bagaimana? Apakah Anda berminat untuk menjadi penunggang pertama dari mobil futuristik satu ini di Tanah Air?

Lamborghini Huracán Performante 2018

Lamborghini Huracán Performante 2018

Lamborghini Huracán Performante 2018 – Indonesia akan dihadirkan dalam waktu dekat, kami hendak mengupas tuntas tentangnya. Mobil besutan Lamborghini ini sempat ramai diperbincangkan, mengingat performa mesinnya yang di atas rata-rata. Dibalik keunggulannya, ada beberapa teknologi yang mampu membuatnya berlari kencang. Apakah itu? Mari kita simak jawabannya dalam review Lamborghini Huracán Performante 2018..

“Mengesankan, mengesankan dan sangat mengesankan”, itulah pendapat pertama kami tentang mobil ini. Tiga kali kata mengesankan bahkan tak cukup untuk menjelaskan performanya. Dari banyaknya mobil-mobil lain, Performante adalah mobil tercepat yang pernah kita bahas.

Pabrikan asal Italia ini nyatanya belajar banyak hal dari kekurangan-kekurangan pada model sebelumnya. Lamborghini Huracán 2014 misalnya, menerapkan Magnetic Damper yang memberikan dampak Understeering di kecepatan tinggi. Di sisi lain, rem Anti-lock Braking System (ABS) juga tidak bisa mengikuti kemampuan Huracán 2014. Kekurangan-kekurangan inilah yang kemudian diperbaiki dan diterapkan kepada sosok Lamborghini Performante yang tampil dengan performa termaksimal di segala aspeknya.

Perlu kita ketahui juga, bahwa mobil tercepat ini, pada awal proyeknya dibekali dengan sebutan Supperleggera, nama Classic untuk model Hardcore Lamborghini. Maurizio Reggiani selaku Head of Research & Development Lamborghini, menuturkan, “Superleggera lebih kepada objektif, sebuah deskripsi. Performante adalah DNA sebenarnya dari mobil ini.

Baca Artikel Lain nya : Mobil Sport Terbaik Tahun ini

Fascia depan Lamborghini Huracán Performante 2018 lebih menekankan konsep agresif. Front Splitter menggunakan desain tajam dipadu dua Intake Winglets di kedua ujungnya sehingga memberi kesan mirip gigi ular yang siap menerkam. Tak hanya itu, garis-garis tegas pada Bonnet-nya juga dirancang agresif, sukses memberi kesan bahwa mobil satu ini memiliki performa aerodinamis yang tak main-main

Beralih ke sisi sampingnya, nampak bendera Italia tersemat apik dalam satu sapuan garis lurus pada pintu sampingnya. Bukannya mengapa, hal ini tentu saja memberi identitas bahwa Lamborghini sebagai pabrikan otomotif ternama dari Italia yang menciptakan sosok Performante. Hal ini yang cukup kami sukai pada setiap karakteristik tiap-tiap mobil, menegaskan identitas dan kultur budaya berbeda-beda dari setiap perancangnya.

Rear Wing berukuran besar pada bodi belakangnya bukan hanya menjadi penguat pesan agresif namun juga mampu memberikan fungsi aerodinamis yang tentu saja mendongkrak performanya. Hal menarik lainnya, Rear Diffuser yang menggunakan material Forged Carbon juga berhasil memangkas bobot bodinya menjadi lebih ringan. Selain memberi suara yang lebih garang, fitur ini juga berhasil menunjang performa mesinnya yang luar biasa.

Hal senada juga ditampilkan pada ruang interior Lamborghini Huracan Performante 2018 yang menerapkan material ringan berbahan Carbon Fibre. Tak dipungkiri, hal ini memang sengaja dirancang untuk memberikan performa mesin yang kami sebut mengesankan di awal artikel.

Warna hitam nampak mendominasi panel dashboard Performante yang dikawinkan dengan jahitan dua garis Orange menegaskan karakter sporty pada Cockpit-nya. Pada bangku penumpang disematkan apik tulisan artistik “Lamborghini” sebagai penegas identitasnya. Hal paling menarik, didapati pada bagian tengah dashboard yang menyediakan panel multifungsi seperti fitur Dynamic Stability Control (DSC), Automatic Air Conditioning (AC), Radio, komando suara, media dan tentu saja, Start Stop Engine ala Sport Car.

Baca Artikel Lain nya : Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia

Selain menggunakan desain tiga palang, kemudi setir Performante menggunakan kesan sporty sekaligus berisi. Pada bagian tengahnya, nampak tampilannya menggembung seakan berotot yang dihias apik dengan lambang kebanggaan Lamborghini. Belum lagi, setirnya juga didukung teknologi Electro-Mechanical Assisted Power Steering sehingga mampu memberi performa manuver yang handal dan presisi.

Masih sama dengan Lamborghini Huracán standarnya, operasi mesin Lamborghini Huracán Performante 2018 menggunakan kapasitas 5.204 cc dengan 40 katup dan Naturally-Aspirated V10. Dengan racikan tersebut, mesinnya mampu menyemburkan daya maksimum di angka 470 kW pada putaran 8.000 Rpm.

Lamborghini Huracán Performante 2018 adalah salah satu mobil Racing Street-Legal. Belajar dari banyak kekurangan di model-model sebelumnya, Performante menjadi sosok paling sempurna yang bahkan telah mencatatkan rekornya di trek balap Nürburgring dengan perolehan angka 6 menit 52 detik. Mengedepankan kecepatan di berbagai aspeknya, menjadikan mobil ini mampu meraih 100 Km/Jam dalam waktu 2,9 detik.

Teknologi ALA dan pemangkasan bobot bodi menjadi rahasia utama di balik kesuksesannya. Bisa diibaratkan, bukan Anda yang melakukan Test Drive terhadap mobil ini tetapi kami tegaskan, Lamborghini Huracán Performante-lah yang akan menguji Anda.

BMW Z4 M40i Roadster 2019

BMW Z4 M40i Roadster 2019

BMW Z4 M40i Roadster 2019 –  mempunyai sejarah panjang dalam dunia otomotif. BMW Z1 yang menjadi cikal bakal dalam Z Series pertama kali hadir 30 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1989.

Sementara generasi pertama dari BMW Z4 hadir pada tahun 2002 dengan dua model yakni roadster (E85) dan coupe (E86). Perubahan desain yang signifikan dari pendahulunya.

Z3 menjawab kritikan para penggemar otomotif dengan perubahan signifikan pada sasis yang semakin kuat. Efeknya pada pengendalian yang semakin asyik. Generasi kedua BMW Z4 diperkenalkan setelah 7 tahun sejak debut generasi pertama.

Bertempat di North American International Auto Show (NAIAS) 2009. BMW Z4 generasi kedua menjadi Z Series model pertama yang menggunakan atap. Bisa dibuka-tutup, sehingga tidak ada lagi pemisahan model coupe dan roadster. Saat itu atap BMW Z4 bisa membuka dan tutup selama 20 detik.

Kini generasi ketiga dari BMW Z4 telah resmi diluncurkan. Edisi pertama ini akan mendapatkan warna orange metallic dengan sentuhan khusus BMW Individual High Gloss Shadow Line. Banyak ubahan yang dilakukan oleh para insinyur BMW untuk Z4 terbaru.

Pada tampilan depan BMW Z4 M40i, lekukan dengan garis tegas terlihat mendominasi pada bagian bumper. Sekilas mirip dengan BMW 8 Series terbaru. Kidney Grille khas BMW dibuat memanjang menimbulkan efek terlihat lebar untuk BMW Z4 M40i.

Baca Artikel Lainnya : Toyota 86 2017 Indonesia

Velg 19 inci dengan palang lima membuat tampilan lebih sporty. Dibalik velg besar tersebut kaliper rem dengan logo ikonik M Series dan warna biru membuatnya tampil menawan. Berbeda dengan BMW Z4 generasi sebelumnya, kini BMW menggunakan material kain atau soft top untuk membuka dan menutupnya.

Pada sisi belakang, kesan lebar begitu terasa. Seperti lampu belakang yang pipih dan lampu rem tambahan pada ekor BMW Z4 M40i membuat mobil ini terlihat lebar. Ekor pada bodi mobil ini terlihat unik dan diklaim memberikan efek aerodinamis yang lebih baik.

Dua knalpot dengan bentuk trapezoid terlihat menyatu dengan bumper belakang. Pada sisi kanan kiri bumper belakang, sebuah celah dengan lampu reflektor membuatnya tampil sporty. Kesan futuristik tampil pada desain dashboard BMW Z4 M40i 2018. Seperti pada instrumen panel yang menggunakan BMW Live Cockpit Professional dengan layar full digital. Sehingga tidak hanya menampilkan speedometer dan tachometer, tapi juga bisa sebagai navigasi.

Kursi full bucket terpasang untuk pengemudi dan 1 penumpang. Ada dua warna pilihan yang tersedia yakni hitam dan putih. Motif jahitannya yang membentuk pola seperti kursi mobil balap menambah aura sport. Sedangkan sandaran kepala BMW Z4 M40i dibuat menyatu sehingga tidak bisa diatur tinggi rendahnya.

Palang tiga menjadi ciri khas dari setir setiap produk BMW, termasuk pada Z4 M40i. Pada palang kanan dan kiri beragam tombol seperti untuk mengaktifkan cruise control, volume suara speaker, hingga menjalankan menu pada instrumen panel BMW Live Cockpit Professional.

Baca Artikel Lainnya : Honda Accord 2015

BMW Z4 M40i generasi keenam ini dibekali mesin 3.000 cc 6-silinder segaris. Belum ada keterangan resmi dari BMW berapa tenaga yang dihempaskan dari mesin yang dirancang oleh divisi M Series ini. Tetapi diperkirakan tenaganya mencapai 350 dk dan mampu berakselerasi hingga 100 km/jam dalam waktu 4,4 detik.

BMW membawa perubahan signifikan pada generasi keenam Z4 ini. Mulai dari perubahan eksterior, interior, fitur. Hingga mesin yang dikembangkan oleh divisi sport, M.

Bila tidak ada fitur atap yang bisa dibuka, BMW Z4 terlihat seperti sebuah sportscar coupe yang siap menantang para rivalnya. Fitur-fitur canggih juga membuat BMW Z4 M40i ini terlihat sangat modern dibandingkan rival sekelasnya. Sayangnya BMW belum merilis harga resmi dari roadster andalannya ini.

Ferrari Monza SP1 2019

Ferrari Monza SP1 2019

Ferrari Monza SP1 2019 – Ferrari Monza SP1 dan SP2 menjadi dua model Limited Special Edition yang akan memulai debutnya di Paris Motor Show, pada bulan Oktober 2018 mendatang. Wah, bagaimana kira-kira tampilannya? Apakah performanya bisa dibilang sepadan dengan rivalnya? Mari kita cari tahu bersama dalam preview Ferrari Monza SP1 2019.

Sehari sebelum merilis informasi tentang dua produk unggulannya, pabrikan asal Italia juga meluncurkan studio Centro Stilo dengan menggabungkan komponen emas, kaca dan Aluminium. Memang sepertinya hal tersebut sengaja dirancang untuk memberi kesan istimewa akan kehadiran Ferrari Monza SP1 dan SP2.

Keduanya merupakan mobil Sport berbodi seksi khas kupe. Hanya saja, Monza SP1 menggunakan satu kursi saja sedangkan Monza SP2 menerapkan dua kursi layaknya mobil Sport pada umumnya. Lebih daripada itu, model satu ini memang berangkat dari mobil konsep bernama Icona yang dikhususkan untuk kendaraan legendaris Limited Edition.

Perlu diketahui juga bahwa nama legendaris Barchetta di sini merujuk kepada model mobil Race tanpa kaca serta atap. Sama halnya dengan kedua model teranyarnya ini, Ferrari Monza menerapkan desain serupa. Namun jangan salah, demi mempertahankan orisinalitas desain legendarisnya yang hadir tanpa kaca, Ferrari mengimbanginya dengan teknologi inovatif bernama Virtual Wind Shield.

Fascia depan Monza menyuguhkan Bonnet melandai yang semakin menajamkan fungsi aerodinamisnya. Bagian Fender juga dibuat lebih menggembung, memberi kesan seksi ala kupe. Adapun dari segi pencahayaan, lampu utamanya menggunakan konfigurasi LED yang didesain dua tingkat.

Merambah ke bodi sampingnya, siluet bodinya sangat mirip dengan model legendaris pendahulunya, Ferrari Barchetta. Memang dari sisi ini, nuansa ikonik 1950-an sangat terasa kental dan diberi sentuhan modern abad 20 dengan hadirnya pelek berdesain Forged Wheels 21 inci.

Baca Artikel Lainnya : Toyota 86 2017 Indonesia

Lampu tipis dengan satu sapuan garis tegas, menjadikan bodi belakangnya nampak modern dan cukup futuristik. Ferrari sendiri menyebut model lampu seperti ini dengan sebutan Full Width Light Bar. Nuansa elegan juga tak lupa disampaikan dari hadirnya Double Twin Exhaust Pipe Finisher berbalut material krom.

Jika boleh dibilang, Sports Car satu ini tidak menyediakan panel dashboard. Seketika memasuki kabinnya lewat pintu Dihedral, Anda akan disuguhkan kemudi setir dan beberapa tombol multifungsi yang ditempatkan di sisi samping kanan pengendara.

Desain setir masih menggunakan tampilan yang serupa dengan model-model Ferrari pada umumnya. Menerapkan desain tiga palang, logo Ferrari pada bagian tengah dan tuas multifungsi di dua sisi sampingnya. Fitur-fitur yang dihadirkan pada kemudi setirnya lebih dialokasikan untuk mendongkrak performanya dalam melakukan akselerasi dan manuver.

Untuk masalah kursi, SP1 menyediakan kapasitas satu pengendara saja. Sedangkan pada model Monza SP2, kursinya mampu menampung hingga dua orang sekaligus. Lebih daripada itu, kursinya juga tampil nyaman serta elegan dengan balutan material kulit berkualitas dipadu warna Brown.

Baca Artikel Lainnya : Honda Accord 2015

Dan juga menawarkan bobot bodi di angka 1.500 Kg, menjadikan performanya di jalanan kota tampil sangat maksimal. Hal tersebut nampak padu ketika diaplikasikan dengan mesin 6.496 cc V12. Bayangkan saja, daya yang dihasilkan mesinnya mampu meraih titik maksimal 603 kW setara 8.500 Rpm dengan torsi puncak sebesar 719 Nm pada putaran 7.000 Rpm.

Jika dibandingkan dengan Lamborghini Huracan Performante yang belum lama ini pernah kami bahas, akselerasinya tampak setara di angka 2,9 detik untuk meraih kecepatan 100 Km/Jam. Jangan pula bermain-main dengan kecepatan maksimum yang ditawarkan oleh sang ‘Monster Monza’ ini.

Ferrari Monza terbilang salah satu mobil paling unik yang pernah kami ulas. Sensasi ikonik dari pendahulunya yang dirancang tanpa kaca dan atap, kini dihidupkan kembali di zaman modern dengan sentuhan yang lebih modis. Namun jujur, kami sendiri cukup mempertanyakan akan minat pasar dari mobil satu ini.

Apakah desain dari model legendaris di tahun 1950-an bisa diaplikasikan di tahun modern seperti saat ini? Jika dihubungkan dengan jumlahnya yang Limited Special Edition, terbesit dalam pikiran kami bahwa model satu ini difokuskan kepada kategori konsumen kelas A yakni kolektor.